Kamis, 29 September 2022

Perangkat Komputer Dan Jaringan

 

Apa itu perangkat komputer?

Perangkat komputer adalah perangkat kalkulasi yang cepat untuk tampilan operasi aritmatika. Secara umum, perangkat komputer dan fungsinya terdiri dari 3 bagian yaitu perangkat input, perangkat prosesor dan perangkat output. Semua bagian sangat penting dalam menunjang berjalanya sistem operasi (OS)

Perangkat Input

Perangkat input adalah alat untuk memasukkan data, informasi dan instrusi ke dalam komputer. Perangkat ini sangat penting untuk pengoperasian, yaitu keyboard dan mouse. Tanpa dua perangkat dasar ini, pengguna tidak bisa menginput data apapun.


Keyboard

Keyboard adalah bagian perangkat input yang fungsinya memasukkan data secara manual. Tidak hanya alfabet dan angka, di keyboard ada juga tombol kunci fungsi, kunci kontrol dan karakter spesial. Pengguna bisa memahami fungsi dari setiap kunci saat digunakan. Saat tombol apapun ditekan, maka sinyal diproduksi dan membuat hasil tertentu. Keyboard paling populer adalah 101.Jenis Perangkat Komputer dan Fungsinya


Mouse

Mouse adalah salah satu perangkat komputer dan fungsinya untuk mengontrol pergerakan kursor di tampilan layar. Objek kecil ini bisa digulir di permukaan datar dan keras. Saat menggerakan mouse, maka kursor di layar akan bergera ke arah yang sama. Mouse umumnya memiliki dua tombol yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.Jenis Perangkat Komputer dan Fungsinya


Perangkat Prosesor

 

Motherboard

Motherboard adalah papan yang menjadi pondasi penting bagi sebuah komputer. Biasanya, motherboard terleta di bagian belakang bawah komputer. Fungsi utama dari motherboard ialah menghubungkan komunikasi antara CPU, RAM dan semua komponen perangkat keras komputer. Sejak ditemukan tahun 1981, motherboard memiliki banyak perkembangan salah satunya informasi tambahan ATX.

CPU (Central Processing Unit)

CPU merupakan bagian komputer yang berfungsi untuk menangani semua instruksi yang diterimanya baik dari hardware maupun dari software selama komputer digunakan. CPU berbentuk chip persegi di mana bagian bawahnya ada ratusan pin konektor. Komponen primer dari CPU adalah arithmetic logic untu yang menampilan matematika, logika dan hasil operasi secara langsung.

Graphics Processing Unit

GPU sering juga disebut video card yang berfungsi untuk menampilkan gambar maupun video. Untuk video card yang terpisah biasanya digunakan oleh para gamer agar grafisnya terintegrasi dan kualitasnya lebih baik. Karena saat komputer digunakan untuk game, suplai power dan RAM akan termakan jauh lebih banyak.


RAM

Selanjutnya adalah Random Access Memory yang orang sering menyebutnya dengan RAM. Alat ini adalah hardware yang dipakai untuk menyimpan informasi sementara yang nantinya akan diproses oleh processor. RAM memiliki kecepatan proses yang sangat cepat, karena dipakai untuk menjalankan program software yang sedang berjalan, contohnya ketika kamu membuka aplikasi google chrome, maka RAM akan menyimpan data sementara yang selanjutnya diproses oleh CPU.

Perlu kamu ketahui bahwa jumlah RAM pada komputer berbanding lurus dengan kecepatan komputer memproses program, oleh sebab itu diperlukan ukuran RAM yang besar untuk menjalankan program-program yang berat. Seperti mengedit vidio, bermain game, dan mengedit gambar resolusi tinggi.

saat ini ada dua macam RAM yang dipakai di dunia IT, diantaranya adalah RAM Static Random Access Memory (SRAM) dan Dynamic Random Access Memory (DRAM).

RAM jenis SRAM biasanya digunakan dalam memori cache CPU, SRAM dirancang dengan memakai transistor tanpa kapasitor. Sehingga tanpa adanya kapasitor akan membuat SRAM anti kebocoran sehingga sistem tidak lagi melakukan refresh berkala. SRAM dirancang juga untuk memakai desain cluster enam transistor, enam transistor ini dipakai untuk menyimpan setiap bit informasi sehingga lebih cepat dan aman.

Dengan desain yang kompleks ini menyebabkan harga SRAM jauh lebih mahal, namun harga yang kamu bayarkan akan sebanding lurus dengan kecepatan pada sistem komputer. Perlu kamu ketahui bahwa Chip  pada SRAM biaya pembuatan hampir 30x lebih mahal dibandingkan DRAM.

Dengan SRAM, memory yang disimpan akan hilang dengan sendirinya ketika daya di cabut, sehingga tidak perlu melakukan refresh setiap saat.

Akses acak pada SRAM juga menunjukkan jika memori bisa diakses, dibaca dan di tulis sesuai alamat data pada RAM.


Perangkat Output

Perangkat output adalah komponen hardware yang digunakan untuk menampilkan data atau mencetak informasi yang telah diproses. Tiga komponen output pada umumnya adalah monitor, printer dan speaker.

Monitor

Monitor disebut juga sebagai VDU atau Visual Display Unit yang menjadi perangkat output utama dari komputer. Tampilannya berupa titik-titik yang membentuk gambar yang disebut piksel dan tersusun dalam bentuk seri empat. Ketajaman gambar yang tampil di monitor tergantung dari jumlah piksel dari luasan gambar.

Berdasarkan warna, monitor terbagi ke dalam dua jenis yaitu monokrom yang hanya menampilkan warna hitam putih dan monitor warna yang menapilkan gambar dalam berbagai warna. Berddasarkan jumlah piksel, monitor terbagi ke dalam beberapa jenis diantaranya CGA, MDA, HGA, EGA, VGA dan SVGA.

Printer

Printer adalah perangkat komputer dan fungsinya untuk mencetak hasil komputasi ke dalam sebuah kertas. Printer terbagi ke dalam dua macam, yatu printer impact yang berpita dan non-impact alias tanpa pita. Printer tanpa pita semakin populer, baik printer laser maupun inkjet. Mesin printer inkjet banyak digunakan untuk mencetak tidak hanya di atas kertas namun juga kain atau media lebih besar.

Itulah beberapa penjelasan tentang Jenis Perangkat Komputer dan Fungsinya yang perlu Anda ketahui. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.


Perangkat jaringan adalah komponen-komponen hardware beserta software untuk membangun sebuah jaringan komputer. Berikut pengertian perangkat jaringan dan fungsinya, yaitu router, modem, switch, nic, repeater, hub, bridge, dan lainnya.


1. Server

Komputer Server - Perangkat Jaringan Komputer

Server merupakan sebuah perangkat atau komputer khusus yang menyediakan berbagai layanan atau service pada client yang terhubung dengannya. Umumnya server dibekali dengan spesifikasi hardware yang cukup tinggi, terutama dari segi processor (bisanya menggunakan Intel Xeon) dan RAM-nya (Rata-rata 16GB lebih).

Karena harus melakukan kegiatan multitasking yang cukup berat, maka tidak heran jika untuk membangun komputer server diperlukan biaya yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, sistem operasi yang digunakan juga khusus yakni Windows Server atau Linux Debian.


2. Router

router

Router merupakan perangkat jaringan yang berfungsi menghubungkan dua jaringan atau lebih sehingga data dapat dikirim dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan menggunakan router, kita bisa menghubungkan dua jaringan yang berbeda, contoh 192.168.2.0/24 dapat terhubung dengan jaringan 200.200.200.0/24.

Sekilas cara kerja router bisa dibilang mirip dengan bridge, yakni sama-sama meneruskan paket data, membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan tersebut, hanya saja router berada pada lapisan ketiga OSI.

3. NAS (Network Attached Storage)

NAS Network Attached Storage

Network Attached Storage atau yang disingkat dengan NAS merupakan perangkat storage yang terhubung dengan jaringan utama sehingga ketika komputer client membutuhkan penyimpanan tambahan, maka peran NAS ini akan dibutuhkan.

Cara kerja NAS ini hampir mirip dengan layanan cloud storage namun bersifat pribadi (lokal) sehingga hanya komputer client (yang terhubung di jaringan kantor / perusahaan) yang bisa mengaksesnya. Harga NAS ini cukup mahal, mulai dari 2jutaan sampai dengan 60jutaan lebih, tergantung merk dan spesifikasinya.

4. Wireless Card

Salah satu Perangkat Jaringan Komputer adalah Wireless Card

Wireless card merupakan salah satu perangkat jaringan yang dapat menghubungkan dua device secara nirkabel atau tanpa menggunakan media kabel. Dengan menggunakan wireless card, dua komputer atau lebih dapat saling terhubung melalui jaringan wifi, tanpa harus menggunakan kabel jaringan.

Laptop saat ini kebanyakan sudah dilengkapi dengan wireless card didalamnya, jadi kita tidak perlu membelinya secara terpisah, berbeda dengan komputer yang terlebih dahulu kita harus membelinya secara terpisah. Meskipun begitu, jika wireless card bawaan laptop anda bermasalah, anda dapat menggunakan USB Wireless Adapter untuk mengatasinya.

5. LAN Card

lan card

Sama halnya dengan perangkat jaringan yang lain, LAN card juga berfungisi menghubungkan dua atau lebih komputer dengan menggunakan media kabel. Perangkat ini biasanya banyak digunakan dalam jaringan LAN.

LAN card juga bertugas mengubah aliran data yang berbentuk paralel menjadi bentuk serial, sehingga dapat ditransmisikan melalui media jaringan seperti kabel UTP. Umumnya LAN Card telah terpasang secara on-board pada motherboard komputer atau laptop, namun ada juga yang harus terlebih dahulu dipasang pada slot (slot ISA atau PCI Express) yang sudah disediakan oleh motherboard.

6. USB WiFi Adapter

USB Wifi TP-Link WN823N

WiFi Adapter bertipe USB telah banyak beredar di pasaran. USB WiFi Adapter dapat dijadikan solusi bagi anda yang galau karena Wifi Card bawaan laptop atau komputer anda bermasalah sehingga anda tidak bisa terhubung dengan jaringan Wifi (hotspot).

Fungsi USB WiFi Adapter sama persis dengan Wifi Card pada umumnya bedanya perangkat ini memiliki mobilitas yang cukup tinggi, tinggal dicolokkan pada port USB maka bisa langsung digunakan (dengan terlebih dahulu menginstall drivernya). Kisaran harga untuk USB WiFi Adapter adalah Rp. 300.000 sampai Rp. 600.000 bergantung pada merk dan spesifikasinya.

7. Modem

modem

Modulator demodulator atau yang sering disingkat dengan modem merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya.

Data yang diberikan kepada komputer ke modem umumnya berbentuk sinyal digital. Maka dari itu, ketika modem mendapatkan data berbentuk sinyal analog, modem harus merubahnya terlebih dahulu menjadi sinyal digital agar dapat diproses lebih lanjut oleh komputer. Ada banyak jenis modem yang bisa kita jumpai, semisal modem ADSL, modem USB, modem Mifi dan lain sebagainya.

8. Bridge

perangkat jaringan

Bridge merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas suatu jaringan sekaligus membuat sebuah segmen jaringan. Bridge akan memetakan alamat Ethernet dari setiap titik yang ada pada masing-masing segmen network. Kemudian Bridge akan menyeleksi dan hanya memperbolehkan perpindahan data tertentu saja.

Cara kerja bridge yaitu mengenali alamat MAC yang mentransmisi sebuah data ke jaringan, kemudian bridge akan membuat tabel internal secara otomatis, dimana tabel ini dapat menentukan segmen mana yang akan dirouting maupun yang akan difilter.

9. Hub

perangkat jaringan komputer

Hub merupakan salah satu perangkat jaringan yang bertugas mengubah sinyal transmisi jaringan, dimana hal tersebut dimaksudkan agar kedua komputer atau lebih dapat saling terhubung.

Hub tidak dapat mengatur alur jalannya suatu data, sehingga setiap paket data yang melewati hub akan dibroadcast ke semua port sampai paket data yang dimaksud sampai ke tujuan. Hal inilah membuat paket data yang dikirim mengalami collision atau tabrakan data. Untuk saat ini, penggunaan Hub sangat jarang karena kebanyakan orang lebih memilih Switch karena fiturnya yang lebih kompleks ketimbang Hub.

10. Switch

Switch - Perangkat Jaringan Komputer

Switch merupakan perangkat jaringan yang memiliki fungsi yang hampir sama dengan hub, tetapi perangkat ini ‘lebih pintar’ dari hub karena dapat mengatasi masalah collision data. Tidak hanya itu, switch juga memiliki beberapa kelebihan seperti kecepatan transfer data maupun luas jaringan yang jauh lebih bagus dari hub.

Selain itu, switch tidak hanya digunakan untuk membagi sinyal tetapi juga memfilter paket data kemudian meneruskannya ke jaringan yang dituju. Switch paling sering digunakan pada ruangan lab komputer atau ruangan kantor dimana masing-masing komputer client terhubung dengannya terlebih dahulu (melalui kabel LAN) sebelum terhubung dengan router.

11. Kabel Jaringan

perangkat keras jaringan komputer

Kabel jaringan merupakan media transmisi berbentuk kabel yang digunakan untuk menghubungkan dua komputer atau lebih untuk saling bertukar data satu sama lain. Meskipun kini terdapat banyak media transmisi nirkabel (wireless), penggunaan kabel jaringan (wired) masih tetap populer dan masih banyak peminatnya.

Ada beberapa jenis kabel yang biasa digunakan, seperti kabel UTP, STP, Coaxial maupun fiber optik. Biasanya, jenis kabel yang digunakan tergantung pada jenis jaringan dan perangkat yang digunakan. Misalnya untuk menghubungkan komputer dengan switch, hub atau router, maka jenis kabel yang paling sering digunakan adalah kabel UTP.

12. Repeater

repeater

Repeater adalah perangkat jaringan yang memiliki fungsi memperluas jangkauan sinyal wifi dari server agar perangkat lain bisa terhubung. Cara kerja dari repeater itu sendiri adalah dengan menerima sinyal dari server, kemudian memancarkannya kembali dengan jangkauan yang lebih luas dan kuat, dengan kata lain sinyal yang lemah dapat dipancarkan kembali menjadi lebih kuat dan luas.

Perangkat repeater ini sangat cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan penyebaran jaringan wifi yang merata seperti perkantoran, apartemen, hotel, kos-kosan dan lain sebagainya.

13. Access Point­

perangkat jaringan

Access point ini terdiri dari antenna dan transceiver yang digunakan untuk transmisi dan menerima sinyal dari client atau sebaliknya. Dengan adanya AP ini, kita dapat terhubung dengan jaringan LAN secara nirkabel.

Dengan kata lain, access point ini berfungsi menghubungkan dua jenis jaringan yang berbeda, yaitu antara jaringan wireless dan jaringan LAN. Tidak hanya itu, dengan access point ini kita juga dapat membuat hotspot yang memungkinkan pengguna lain terhubung dan bertukar data melalui jaringan hotpsot yang telah kita buat.

14. CCTV

CCTV

CCTV (Closed Circuit Television) merupakan perangkat kamera video digital yang digunakan untuk merekam (recording) dan mengirimkan sinyal video dari suatu ruangan (tempat dimana CCTV dipasang) ke layar monitor.

Hasil rekaman CCTV umumnya akan disimpan di harddisk atau NVR yang kemudian bisa diakses melalui komputer atau bahkan melalui smartphone. CCTV ini merupakan perangkat jaringan yang cukup penting, terutama untuk memantau dan mengawasi suatu ruangan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kemalingan dan lain-lain..

15. Network Video Recorder

Network Video Recorder

Network Video Recorder atau NVR merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk menyimpan rekaman yang telah dilakukan oleh kamera CCTV. Umumnya distribusi data video atau gambar dari CCTV ke NVR dilakukan melalui jaringan LAN.

Setiap perangkat NVR memiliki fitur web interface yang memungkinkan administrator jaringan untuk melakukan pengaturan seperti menambahkan pengguna baru, mengetahui sisa kapasitas harddisk, melakukan connect / disconnect pada salah satu atau beberapa CCTV yang terhubung dan lain sebagainya.


























Selasa, 27 September 2022

IPv4 dan IPv6

 


IPv4

  • 169.89.131.246
  • 192.0. 2.146
  • 01.102.103.104

IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4.

Dengan kemungkinan ini, bisa disimpulkan bahwa saat ini ada sekitar 4,3 miliar alamat IPv4 yang berbeda di seluruh dunia.

Contoh IPv4 adalah seperti berikut:

Karena merupakan yang paling banyak digunakan, saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah. Selain itu, alamat IPv4 mendukung mayoritas topologi jaringan karena prefiksnya yang sederhana. Data dalam address packet IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.

IPv6

  • 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
  • 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF

IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas.

Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda.

IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua. Jadi, pada jenis IP address ini, Anda akan menjumpai huruf dari A sampai F.

Berikut adalah contoh IPv6:

Dengan IPv6, routing akan menjadi lebih efisien karena memungkinkan penyedia layanan internet meminimalkan ukuran tabel routing. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi Anda tidak perlu cemas dengan autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data.

Terlebih lagi, IPv6 tidak memiliki IP checksum sehingga pemrosesan packet menjadi lebih efisien, dan mendukung multicast. Hasilnya, transmisi data pun bisa dikirim ke beberapa tujuan sekaligus sehingga akan menghemat bandwidth jaringan.

Perbedaan IPv4 dan IPv6

Setelah mengetahui pengertian kedua protokol tersebut, sekarang saatnya melihat perbandingan IPv4 vs IPv6.

Pada dasarnya, perbedaan IPv4 dan IPv6 terletak pada format dan ukurannya, di mana IPv4 merupakan alamat numerik (hanya angka) 32-bit, sementara IPv6 merupakan alamat alfanumerik (berisi huruf) berukuran 128-bit.

Untuk lebih jelasnya, mari simak tabel perbandingannya di bawah ini.


Kelebihan 

Karena kedua jenis IPv4 dan IPv6 memiliki perbedaan yang sebenarnya banyak, tentu dari perbedaan itu memengaruhi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Kami akan memberi tahu Anda kelebihan IPv4 dan IPv6 terlebih dahulu.

IPv4

  • Ukuran paket pada link layer tidak batasannya dan harus dapat menyusun kembali paket yang berukuran sebesar 576 byte
  • Rute informasi yang dikelola tidak memerlukan keseluruhan 32-bit, tetapi hanya beberapa bagiannya saa.
Sehingga ukuran informasi ukuran yang disimpan di dalam router menjadi lebih kecil.

IPv6

  • Cepat, karena IPv6 tak lagi bergantung kepada Network Address Translation (NAT) sehingga mempercepat proses pengiriman data. Terlebih lagi jika pada perangkat mobile akan dapat lebih cepat karena koneksinya tidak harus melewati NAT.
  • Efektif, karena ukuran routing table lebih kecil dibanding IPv4, maka proses routing dapat lebih sistematis dan tentunya efektif.
  • Aman, IPv6 sudah dapat menghindari serangan ke ARP (address resolution protocol) yang dapat mengalihkan lalu lintas jaringan kemudian mengalihkannya.
  • Hemat Bandwidth, penggunaan bandwidth dapat lebih hemat karena sudah mendukung multicast.
  • Konfigurasi yang Mudah, IPv6 sudah mendukung konfigurasi secara otomatis, sehingga dapat lebih memudahkan dan menghemat waktu.

Kekurangan

Kurang lengkap rasanya bila membahas suatu hal tanpa kekurangannya, sehingga kita dapat membandingkan antara kelebihan dan kekurangan untuk dijadikan sebuah wawasan atau juga pertimbangan.

Kekurangan IPv4 dan IPv6 adalah:

IPv4

  • Harus dikonfigurasi secara manual atau dengan DHCP IPv4
  • Dukungan terhadap IPsec hanya bersifat opsional, tidak wajib
  • Hanya memiliki kapasitas penyimpanan alamat sebanyak 4 miliar, tetapi nyatanya tidak mencapai 4 miliar karena terdapat beberapa pembatasan.

IPv6

Tentu akan membutuhkan pembaruan perangkat yang mendukung IPv6 untuk dapat menggunakan IPv6.

  • Kompabilitas yang masih rendah, sebagian besar perangkat masih menggunakan IPv4 ketika mengakses internet.
  • Transformasi yang lambat, IPv6 memang diperkenalkan secara luas pada tahun 1995, tetapi besaran pengguna di dunia hanya sebesar 35% saja.


Perbedaan

IPv4

IPv6

Ukuran alamat

32-bit.

128-bit.

Jumlah bidang header

12.

8.

Panjang bidang header

20 byte.

40 byte.

Metode addressing

IPv4 hanya alamat numerik.

IPv6 berupa alamat alfanumerik.

Jenis alamat

Broadcast, multicast, dan unicast.

Anycast, multicast, dan unicast.

Bidang checksum

Ada.

Tidak ada.

Jumlah kelas

Lima kelas yang berbeda, dari A sampai E.

Jumlah IP address tidak terbatas.

Konfigurasi

Pengguna harus mengonfigurasi sistem baru agar IPv4 bisa berkomunikasi dengan sistem lain.

Konfigurasi opsional, bergantung pada fungsi yang diperlukan.

Dukungan subnet mask panjang virtual (VLSM)

Mendukung VLSM.

Tidak mendukung VLSM.

Routing information protocol (RIP)

IPv4 didukung oleh RIPv1 dan RIPv2.

IPv6 didukung oleh RIPng.

Konfigurasi jaringan 

Jaringan dikonfigurasi secara manual atau melalui DHCP.

IPv6 memiliki kemampuan konfigurasi otomatis.

Fitur alamat

IPv4 menggunakan Network Address Translation (NAT); satu alamat NAT bisa mewakili ribuan alamat yang tidak bisa dirutekan.

IPv6 mendukung direct addressing karena ruang alamatnya yang luas.

Address mask

Digunakan untuk jaringan yang ditentukan dari bagian host.

IPv6 tidak menggunakan address mask.

Konfigurasi alamat

Secara manual atau melalui DHCP.

Konfigurasi otomatis alamat stateless menggunakan Internet Control Message Protocol versi 6 (ICMPv6) atau DHCPv6.

Ukuran paket

Ukuran paket minimum 576 byte. 

Ukuran paket minimum 1208 byte.

Fragmentasi paket

Dilakukan oleh pengirim dan router yang meneruskan.

Hanya dilakukan oleh router pengirim.

Header paket

IPv4 tidak mengidentifikasi aliran paket untuk penanganan QoS, termasuk opsi checksum.

Bidang Flow Label menentukan aliran paket untuk penanganan QoS.

SNMP

Dukungan disertakan.

Tidak didukung.

Mobilitas dan interoperabilitas 

Menggunakan topologi jaringan yang relatif terbatas, membatasi mobilitas dan kemampuan interoperabilitas.

IPv6 menyediakan kemampuan mobilitas dan interoperabilitas yang disertakan dalam perangkat jaringan.

DNS Record

IPv4 memiliki A record.

IPv6 memiliki AAAA record.

Keamanan

Keamanan IPv4 bergantung pada aplikasi.

IPv6 memiliki Internet Protocol Security (IPSec) bawaan.

Manajemen grup subnet lokal

IPv4 menggunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).

IPv6 menggunakan Multicast Listener Discovery (MLD).

Mapping

IPv4 menggunakan Address Resolution Protocol (ARP).

IPv6 menggunakan proses Neighbor Discovery (ND) untuk resolusi alamat.

Kompatibilitas perangkat seluler 

Alamat IPv4 menggunakan notasi titik-desimal, sehingga kurang cocok untuk jaringan seluler.

Alamat IPv6 menggunakan notasi heksadesimal dan dipisahkan titik dua. Jadi, IPv6 lebih cocok untuk menangani jaringan seluler.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Pengguna harus melibatkan DHCP saat mencoba terhubung ke jaringan.

Pengguna tidak perlu menghubungi server mana pun karena diberi alamat permanen.

Bidang opsional

Ada.

Tidak ada, tapi memiliki header ekstensi.

Cp6 Dasar TJKT

  CP6 Apa Itu IPv4? Internet Protocol version 4 atau IPv4 adalah versi pertama IP address yang paling banyak digunakan. Versi ini mengutamak...