Selasa, 27 September 2022

IPv4 dan IPv6

 


IPv4

  • 169.89.131.246
  • 192.0. 2.146
  • 01.102.103.104

IPv4 adalah alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4.

Dengan kemungkinan ini, bisa disimpulkan bahwa saat ini ada sekitar 4,3 miliar alamat IPv4 yang berbeda di seluruh dunia.

Contoh IPv4 adalah seperti berikut:

Karena merupakan yang paling banyak digunakan, saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah. Selain itu, alamat IPv4 mendukung mayoritas topologi jaringan karena prefiksnya yang sederhana. Data dalam address packet IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.

IPv6

  • 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8
  • 2001:0db8:85a3:0000:0000:8a2e:0370:7334
  • 2001:db8:3333:4444:CCCC:DDDD:EEEE:FFFF

IPv6 adalah versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas.

Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda.

IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua. Jadi, pada jenis IP address ini, Anda akan menjumpai huruf dari A sampai F.

Berikut adalah contoh IPv6:

Dengan IPv6, routing akan menjadi lebih efisien karena memungkinkan penyedia layanan internet meminimalkan ukuran tabel routing. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi Anda tidak perlu cemas dengan autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data.

Terlebih lagi, IPv6 tidak memiliki IP checksum sehingga pemrosesan packet menjadi lebih efisien, dan mendukung multicast. Hasilnya, transmisi data pun bisa dikirim ke beberapa tujuan sekaligus sehingga akan menghemat bandwidth jaringan.

Perbedaan IPv4 dan IPv6

Setelah mengetahui pengertian kedua protokol tersebut, sekarang saatnya melihat perbandingan IPv4 vs IPv6.

Pada dasarnya, perbedaan IPv4 dan IPv6 terletak pada format dan ukurannya, di mana IPv4 merupakan alamat numerik (hanya angka) 32-bit, sementara IPv6 merupakan alamat alfanumerik (berisi huruf) berukuran 128-bit.

Untuk lebih jelasnya, mari simak tabel perbandingannya di bawah ini.


Kelebihan 

Karena kedua jenis IPv4 dan IPv6 memiliki perbedaan yang sebenarnya banyak, tentu dari perbedaan itu memengaruhi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Kami akan memberi tahu Anda kelebihan IPv4 dan IPv6 terlebih dahulu.

IPv4

  • Ukuran paket pada link layer tidak batasannya dan harus dapat menyusun kembali paket yang berukuran sebesar 576 byte
  • Rute informasi yang dikelola tidak memerlukan keseluruhan 32-bit, tetapi hanya beberapa bagiannya saa.
Sehingga ukuran informasi ukuran yang disimpan di dalam router menjadi lebih kecil.

IPv6

  • Cepat, karena IPv6 tak lagi bergantung kepada Network Address Translation (NAT) sehingga mempercepat proses pengiriman data. Terlebih lagi jika pada perangkat mobile akan dapat lebih cepat karena koneksinya tidak harus melewati NAT.
  • Efektif, karena ukuran routing table lebih kecil dibanding IPv4, maka proses routing dapat lebih sistematis dan tentunya efektif.
  • Aman, IPv6 sudah dapat menghindari serangan ke ARP (address resolution protocol) yang dapat mengalihkan lalu lintas jaringan kemudian mengalihkannya.
  • Hemat Bandwidth, penggunaan bandwidth dapat lebih hemat karena sudah mendukung multicast.
  • Konfigurasi yang Mudah, IPv6 sudah mendukung konfigurasi secara otomatis, sehingga dapat lebih memudahkan dan menghemat waktu.

Kekurangan

Kurang lengkap rasanya bila membahas suatu hal tanpa kekurangannya, sehingga kita dapat membandingkan antara kelebihan dan kekurangan untuk dijadikan sebuah wawasan atau juga pertimbangan.

Kekurangan IPv4 dan IPv6 adalah:

IPv4

  • Harus dikonfigurasi secara manual atau dengan DHCP IPv4
  • Dukungan terhadap IPsec hanya bersifat opsional, tidak wajib
  • Hanya memiliki kapasitas penyimpanan alamat sebanyak 4 miliar, tetapi nyatanya tidak mencapai 4 miliar karena terdapat beberapa pembatasan.

IPv6

Tentu akan membutuhkan pembaruan perangkat yang mendukung IPv6 untuk dapat menggunakan IPv6.

  • Kompabilitas yang masih rendah, sebagian besar perangkat masih menggunakan IPv4 ketika mengakses internet.
  • Transformasi yang lambat, IPv6 memang diperkenalkan secara luas pada tahun 1995, tetapi besaran pengguna di dunia hanya sebesar 35% saja.


Perbedaan

IPv4

IPv6

Ukuran alamat

32-bit.

128-bit.

Jumlah bidang header

12.

8.

Panjang bidang header

20 byte.

40 byte.

Metode addressing

IPv4 hanya alamat numerik.

IPv6 berupa alamat alfanumerik.

Jenis alamat

Broadcast, multicast, dan unicast.

Anycast, multicast, dan unicast.

Bidang checksum

Ada.

Tidak ada.

Jumlah kelas

Lima kelas yang berbeda, dari A sampai E.

Jumlah IP address tidak terbatas.

Konfigurasi

Pengguna harus mengonfigurasi sistem baru agar IPv4 bisa berkomunikasi dengan sistem lain.

Konfigurasi opsional, bergantung pada fungsi yang diperlukan.

Dukungan subnet mask panjang virtual (VLSM)

Mendukung VLSM.

Tidak mendukung VLSM.

Routing information protocol (RIP)

IPv4 didukung oleh RIPv1 dan RIPv2.

IPv6 didukung oleh RIPng.

Konfigurasi jaringan 

Jaringan dikonfigurasi secara manual atau melalui DHCP.

IPv6 memiliki kemampuan konfigurasi otomatis.

Fitur alamat

IPv4 menggunakan Network Address Translation (NAT); satu alamat NAT bisa mewakili ribuan alamat yang tidak bisa dirutekan.

IPv6 mendukung direct addressing karena ruang alamatnya yang luas.

Address mask

Digunakan untuk jaringan yang ditentukan dari bagian host.

IPv6 tidak menggunakan address mask.

Konfigurasi alamat

Secara manual atau melalui DHCP.

Konfigurasi otomatis alamat stateless menggunakan Internet Control Message Protocol versi 6 (ICMPv6) atau DHCPv6.

Ukuran paket

Ukuran paket minimum 576 byte. 

Ukuran paket minimum 1208 byte.

Fragmentasi paket

Dilakukan oleh pengirim dan router yang meneruskan.

Hanya dilakukan oleh router pengirim.

Header paket

IPv4 tidak mengidentifikasi aliran paket untuk penanganan QoS, termasuk opsi checksum.

Bidang Flow Label menentukan aliran paket untuk penanganan QoS.

SNMP

Dukungan disertakan.

Tidak didukung.

Mobilitas dan interoperabilitas 

Menggunakan topologi jaringan yang relatif terbatas, membatasi mobilitas dan kemampuan interoperabilitas.

IPv6 menyediakan kemampuan mobilitas dan interoperabilitas yang disertakan dalam perangkat jaringan.

DNS Record

IPv4 memiliki A record.

IPv6 memiliki AAAA record.

Keamanan

Keamanan IPv4 bergantung pada aplikasi.

IPv6 memiliki Internet Protocol Security (IPSec) bawaan.

Manajemen grup subnet lokal

IPv4 menggunakan Internet Group Management Protocol (IGMP).

IPv6 menggunakan Multicast Listener Discovery (MLD).

Mapping

IPv4 menggunakan Address Resolution Protocol (ARP).

IPv6 menggunakan proses Neighbor Discovery (ND) untuk resolusi alamat.

Kompatibilitas perangkat seluler 

Alamat IPv4 menggunakan notasi titik-desimal, sehingga kurang cocok untuk jaringan seluler.

Alamat IPv6 menggunakan notasi heksadesimal dan dipisahkan titik dua. Jadi, IPv6 lebih cocok untuk menangani jaringan seluler.

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

Pengguna harus melibatkan DHCP saat mencoba terhubung ke jaringan.

Pengguna tidak perlu menghubungi server mana pun karena diberi alamat permanen.

Bidang opsional

Ada.

Tidak ada, tapi memiliki header ekstensi.

4 komentar:

  1. Balasan
    1. IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk menangani masalah kelelahan alamat IPv4 yang telah lama diantisipasi. IPv6 dimaksudkan untuk menggantikan IPv4. Pada Desember 1998, IPv6 menjadi Draft Standar untuk IETF, yang kemudian meratifikasinya sebagai Standar Internet pada 14 Juli 2017.

      Hapus
  2. Balasan
    1. VLSM merupakan metode yang dilakukan untuk pengoptimalan pemetaan IP address terhadap user, dimana VLSM adalah pengembangan mekanisme subneting sehingga di dalam VLSM dilakukan peningatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam subneting klasik, subnet zeroes serta subnet ones tidak bisa digunakan.

      Hapus

Cp6 Dasar TJKT

  CP6 Apa Itu IPv4? Internet Protocol version 4 atau IPv4 adalah versi pertama IP address yang paling banyak digunakan. Versi ini mengutamak...